• bukansalahkamek

Confession Stories 3

Updated: Aug 11, 2020

English Translation


Dear Sarawak Women For Society,

First of all, I really admire what you're doing. I'd love to be a part of it by sharing my story.

I didn't realize what I went through was rape till one day, I watched a video of a lady sharing her sexual assault story. She said, "If you did not give any consent and they did it, it's rape. Doesn't matter if he's your boyfriend or not." And that really hit me. It's sad because I've only realised it this year, despite this disgusting event that took place 10 years ago. I clearly remember telling him "NO", and I tried my hardest to push him off of me. But with no avail, his strength and body size had more control over me. He kept my mouth shut with his hands, and all I could do is just lay there with tears streaming down my face. At that moment, I wished that I would just die, but I still hoped that I would still survive. When he was done, I was still alive but I felt dead. I couldn't move, my eyes were open, but I just laid there.


__________________________________________________________________________________


Malay Translation


Sarawak Women’s for Women Society,

Pertama sekali, saya amat mengagumi dan menghargai apa-apa yang anda lakukan. Saya sudi menyertai pameran ini dengan mengkongsikan pengalaman saya.


Saya tidak perasan yang apa saya lalui sebelum ini merupakan rogol sehingga suatu hari, saya menonton sebuah video tentang seorang gadis yang mengkongsikan cerita gangguan seksual. Dia berkata, “Jikalau anda tidak memberi kebenaran dan mereka masih melakukannya, maka ia ialah rogol.Tak kira dia ialah teman lelaki anda atau tidak.” Dan itu memang menyedarkan saya. Amatlah sedih kerana saya hanya menyedari ini walaupun kejadian yang menjijikkan ini berlaku 10 tahun yang lalu. Saya masih lagi jelas mengingati saya berkata “TIDAK” dan menolaknya dengan kuat sekali dari tubuh saya. Namun, dengan kekuatan dan saiz seorang lelaki, kawalan tubuh badan saya diambil alih olehnya. Dia menutup mulut saya dengan genggaman tangannya, dan saya hanya dapat baring di situ dengan aliran mata saya yang tak terhenti-henti. Pada saat itu, saya hanya ingin mati, tapi saya masih berharap saya dapat hidup. Setelah dia siap, saya masih lagi hidup tetapi berasa sudah mati. Saya tidak dapat bergerak, mata saya terbuka, tetapi hanya terbaring di sana.


4 views0 comments

Recent Posts

See All